Minggu, 12 April 2015

0 Kenapa Air Laut Asin?


Jika Anda pernah berenang di pantai, mungkin Anda pernah tak sengaja meminum air laut. Ketika itu terasa bahwa air laut ASIN. Saya sendiri pernah minum air laut, karena saya berulang kali belajar berenang di pantai tapi nggak pernah bisa :D

Selama ini kita memahami bahwa air laut rasanya asin, sedangkan air darat rasanya tawar. Sebenarnya hal ini KELIRU. Air laut dan air darat sebetulnya SAMA-SAMA ASIN. Kenapa? Karena baik air laut maupun air darat sama-sama mengandung garam. Kandungan garam inilah yang menimbulkan sensasi rasa asin di lidah. Akan tetapi, kadar garam air laut jauh LEBIH TINGGI daripada air darat, sehingga air laut terasa asin dan air darat terasa tawar.

Kadar garam dalam air diistilhkan dengan SALINITAS. Salinitas air laut rata-rata sebesar 3,5%, yang artinya dalam setiap liter air laut, terkandung garam sebanyak 3,5 gram. Sementara itu, salinitas air tawar hanyalah kurang dari 0,05%, yang artinya dalam setiap liter air darat, terkandung garam sebanyak 0,05 gram. Garam yang terkandung di dalam air laut tidak hanya garam dapur, namun SEBAGIAN BESARNYA adalah garam dapur.

Garam merupakan senyawa ionik yang terdiri dari ion bermuatan positif (kation) dan ion bermuatan negatif (anion) yang kemudian membentuk senyawa netral (tak bermuatan). Garam terbentuk dari reaksi asam dan basa. Istilah garam lebih banyak dipahami orang awam sebagai garam dapur (NaCl), namun sebenarnya TERDAPAT JENIS GARAM LAIN seperti Kalium Klorida (KCl) yang juga asin rasanya.

Sekarang pertanyaannya, DARI MANA air laut mendapatkan garam?

Garam termasuk dalam kategori MINERAL. Secara alami, TANAH DAN BEBATUAN MENGANDUNG GARAM. Proses pemindahan garam dari tanah dan bebatuan menuju laut melibatkan siklus air (hidrologi). Ketika hujan turun, sebagian air hujan jatuh di daratan. Air hujan lantas mengikis tanah dan bebatuan sehingga kandungan garamnya HANYUT DAN LARUT terbawa air. Air bergaram ini kemudian menuju sungai dan mengalir ke laut.

Sampailah garam di laut. Akan tetapi, pada awalnya, air laut belum terasa asin, karena kandungan garamnya masih sedikit. Ketika terkena sinar matahari, air laut menguap ke angkasa membentuk awan. Adapun kandungan garam di dalam air laut TIDAK IKUT MENGUAP ke angkasa bersama air karena partikel garam sangatlah berat. Ketika awan turun menjadi hujan, air tersebut kemudian mengikis kembali garam dari tanah dan bebatuan untuk selanjutnya dibawa ke laut. Proses ini terjadi BERULANG-ULANG KALI.

Garam yang telah terangkut ke laut TETAP berada di laut, sementara garam dari darat terus-menerus DISUPLAI ke laut oleh air hujan. Alhasil, terjadi AKUMULASI garam di laut dan air laut pun semakin lama semakin asin. Setelah proses akumulasi ini terjadi selama RIBUAN TAHUN, air laut pun menjadi seasin sekarang.

*******

Ditulis Oleh
DONI ARIS YUDONO

Sumber Data:

0 komentar:

Posting Komentar

 

KENAPA KENIPI Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates